Aku dan Dia

Setiap hari aku selalu teringat dengan dia. Dia selalu terbayang-bayang di pikiranku. Aku tidak bisa melupakanya.
Keesokan harinya tepatnya pada malam hari, aku mengirim pesan kepada dia, melalui pesan singkat di handphone.
Tentang kisah orang yang sudah putus dengan kekasihnya, dan dia ingin balikan lagi. Tetapi ada halangan karena ia sudah menjadi milik orang lain atau sudah mempunyai kekasih baru.

X : “Berlalu tanpa kehadiranmu.”
Y : “kini semua sudah menjadi kenangan terindah.”
X : “Tapi, kenangan-kenangan itu susah untuk dilupakan.”
Y : “Mungkin, kenangan-kenangan itu mempunyai arti yang kuat, sehingga susah untuk dilupakan.”
X : “Jika kita bisa bersama lagi seperti dulu, apakah kamu akan kembali ke dia?.”
Y : “Jika memang rasa sayang masih ada diantara kita, semuanya bisa seperti dulu lagi.”
X : “ Tetapi mengapa, ketika dia ingin menjadi kekasihnya lagi, dia ditolak mentah-mentah. Apa dia tidak bisa menjadi miliknya lagi ?.”
Y : “Hanya takdir yang bisa menyatukan mereka lagi, jika memang mereka berjodoh.”
X : “Tapi, mereka saling mencintai. Apa ada hambatan yang menghalangi mereka?.”
Y : “Mungkin ada, karena cinta butuh pengorbanan untuk menguji mereka, seberapa mereka saling mencintai satu sama lain.”
X : “Dia selalu mencintainya, Dia selalu mengharapkanya, Dia ingin tetap bersamanya. Tetapi, semua sudah sirna, karena ia sudah ada yang memilikinya.”
Y : “Emm … ,jika dia benar-benar mencintainya, mengapa harus ada perpisahan diantara mereka?. Sehingga sekarang sudah menjadi penyesalanya saja.”
X : “Memang, mereka telah berpisah lama. Tapi, apa alangkah indahnya mereka bisa saling bersama lagi. Karena, itu sudah menjadi kesalahan masa lalu dia. Dia sangat menyesal dengan perbuatanya. Masa lalu biarlah berlalu. Mereka bisa awali dengan masa kini. “
Y : “Iya, memang indah semuanya bila mereka bisa bersama lagi seperti dulu, hanya kekuatan cinta yang bisa menyatukan kembali.”
X : “Iya, apa mereka bisa bersama lagi seperti dulu ?. Dia terus menanti jawaban YA.”
Y : “YA”
X : “Terus, kekasihnya mau di kemanakan?. Ia telah mempunyai kekasih, sesudah ia putus dari terdahulunya.”
Y : “Kekasih yang telah menjadi miliknya akan selalu hadir dalam hidupnya. Jika ada orang lain yang pernah singgah terlebih dahulu dalam hidupnya, mungkin rasa yang dulu hilang akan kembali.”
X : “Dia ingin sekali memeluknya. Apa ia akan balikan lagi seperti dulu kala ?. Dia sangat mencintainya, walaupun sudah menjadi mantan.”
Y : “Dia ingin sekali memeluknya. Apa ia akan balikan lagi seperti dulu kala ?. Dia sangat mencintainya, walaupun sudah menjadi mantan.”
X : “Kok, dikirim lagi sich, jadi gimana ?.”
Y : “Mau nyaa ?.”
X : “Terserah ia, karena keputusanya ada di (kamu).”
Y : “Kasih ia waktu ya, untuk memikirkanya. Agar keputusan yang di ambil tidak membuat siapapun terluka karena keputusanya.”
X : “Baik, tapi sampai kapan dia bisa menunggunya?, dia akan menantinya.”
Y : “Sampai ia yakin dengan keputusanya. Yaudah sekarang mau bobo dulu yaah, dah malem, besok masuk pagi lagi schoolnya. Met bobo, moga nyenyak bobonyaa, mimpi indah yaaa, Miss U.”
X : “Yaudah, met bobo juga yaa, semoga mimpi indah, Miss U too. Aku akan menanti jawabanya. “

“KEESOKAN HARINYA”


Y : “ Sekarang ia sudah bisa untuk memutuskanya dan jawabanya TIDAK, maaf yaa . . . mungkin ini akan membuat dia terluka untuk kesekian kalinya.”
X : “Yaudah, apa boleh buat, mungkin ini yang terbaik buat mereka.”
X : “Bisa untuk membuka lembaran baru.”
Y : “Ia pun senang. Karena dia bisa membuka lembaran baru untuk orang lain.”
X : “Mungkin hanya kenangan-kenangan dulu yang bisa membuatnya bahagia.”
Y : “Masih banyak di luar sana, yang lebih baik darinya.”


“LEBIH BAIK KITA TIDAK BERSAMA LAGI UNTUK SELAMANYA”.
( By Firmaenz)

1 Response to "Aku dan Dia"

Silahkan Komentarmu Tentang Artikel ini :)