Di Pelabuhan

Meratap sepi
bersama derak-derak ombak kecil
berlabuh bersama angin sepoi
menggoyangkan pucuk-pucuk tiang kapal.

Senja telah usang bersama keremangan
yang tak kunjung mencerahkan kerinduan
dan sejumpuk asa tentang kecintaanku.

Di pelabuhan ini
kembali rindu merona menjadi desah-desah kapal
menghantam dinding-dinding pelabuhan
mengetuk rindu untuk Tuan Syahbandar.

Di pelabuhan ini melepas harapan
mengkandangkan rindu untuk
masa yang tak pasti, berlayar
dalam damai yang tak kunjung menyala
dalam setiap desahan api kecintaan yang yang ingin
terbakar bersama rindunya
menjadi cinta yang satu dan setia.

Di pelabuhan ini
belum ada apa-apa,
sebuah tanda dan kata-kata
dari Tuan Syahbandar.

(Katjha/Banten/November/2010)

0 Response to "Di Pelabuhan"

Post a Comment

Silahkan Komentarmu Tentang Artikel ini :)