Balada Orang Merindukan Pelangi

Tinggal kata, orang berucap
berlalu
terserak pandang,
bayang menikung
hilang
dalam balutan mega-mega hitam
bergurat warna perak kusam.

Bias sinar putih bagai lantunan nada
menderas, menerpa sudut-sudut gelap
tampak setengah bayang.
saat kita menakar warna,
mengurai benang-benang yang menjalin
rajutan cahaya beraneka warna
dalam pantulan piramida kristal.

Ini adalah pelangiku..
di langit pagi,
ketika engkau memalingkan pandang
dan membuat sekat-sekat
untuk menutup bayang panumbra hatimu
yang bergejolak.

Ketika ada pelangi muncul,
ada sebuah mitos;
jangan engkau memuja seseorang
karena jika engkau tidak mempunyai jiwa besar
maka semua kepribadian orang yang kau puja
muncul dalam siluet pandang
tentang semua
antara yang terbaik dan terburuk,
dengan demikian
apa yang kau lakukan tidak akan terlalu
bermakna,
karena kau pun sudah tahu semuanya dengan mudah,
tiada gerak engkau menafsirkan dirinya.

Pelangi..
dan sebuah penanda waktu.
Aku pun tahu,
dia kini tidak lagi merindukan pelangi,
karena padanya kutahu
sebuah gerak dan pertautan kepribadian
lebih memberikan makna
daripada sesuatu yang sudah jelas dan pasti segalanya.
hidup bermakna ketika masih banyak kemungkinan
dan masih selalu terbuka untuk ditafsirkan.

(Jogjakarta/Februari/2011/Katjha)

0 Response to "Balada Orang Merindukan Pelangi"

Post a Comment

Silahkan Komentarmu Tentang Artikel ini :)